Sepuluh Kualitas Pribadi Yang Di Sukai

11 06 2008

“Sepuluh Kualitas Pribadi yang Disukai”

1. Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dandihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura,mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Denganbegitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan dirisendiri.

2. Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa

bersikaprendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orangyang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Iabisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang dibawahnya tidak merasa minder.

3. Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya.Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu Menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak sukaberkhianat.

4. Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segalasesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun.

Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5. Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi,orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untukdisalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidakakan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yangbertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orangyang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasiyang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya denganbaik.

8. Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkanorang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai olehrasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetaptegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress denganmasalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti oranglain.

MyQuran.org

Wednesday, April 13, 2005





Bagaimana Memanfaatkan Waktu Kita ?

11 06 2008

Mengapa sebuah proyek terlambat diselesaikan? Mengapai target tidak tercapai? Mengapa deadline tak terkejar? Semua ini tidak terjadi begitu saja, atau secara tiba-tiba, tetapi akibat tumpukan waktu yang tidak dikelola dengan bijak. Lalu mengapa kita perlu mengelola waktu dengan bijak? Bagaimana cara mengelola waktu dengan bijak? Dapatkan jawabannya dengan menyimak yang berikut.
Mengapa Perlu Memanfaatkan Waktu?
Banyak alasan yang perlu dipertimbangkan untuk memanfaatkan waktu dengan bijak.
Waktu adalah uang
Karena terlambat datang ke sebuah wawancara, Nani kehilangan pekerjaan yang potensial memberikannya penghasilan 30% di atas penghasilannya sekarang. Karena tidak dapat memenuhi waktu penyelesaian sebuah proyek yang telah disetujui bersama dengan pihak pemberi proyek, perusahaan Pak Budi didenda US$ 5,000 setiap harinya.
Kebiasaan Maya yang sering terlambat dalam banyak hal (datang terlambat, menyerahkan tugas dan laporan juga terlambat), Maya kehilangan kesempatan untuk mendapat promosi dengan tanggung jawab yang lebih besar serta gaji dan tunjangan jabatan yang lebih besar pula. Seandainya saja mereka bisa mengelola waktu dengan lebih bijak, maka pasti banyak kesempatan emas yang bisa mereka raih. Bagaimana dengan Anda?
Waktu tak akan kembali
Berikut adalah sebuah ilustrasi menarik, diterima penulis dalam sebuah email. Coba bayangkan Anda setiap hari menerima uang sebesar US$ 86.400 di rekening bank Anda yang bisa Anda tarik sebagian, atau semuanya. Syaratnya hanya satu: jika uang ini tidak Anda manfaatkan pada hari yang sama, uang itu akan hangus, namun keesokan harinya Anda akan menerima sejumlah yang sama. Begitu seterusnya.
Nah, apa yang akan Anda lakukan dengan uang sebesar US$ 86.400 setiap harinya? Apakah Anda akan memanfaatkan sebagian saja atau seluruhnya? Tanpa harus berpikir lama, kemungkinan besar Anda akan menjawab bahwa Anda akan memanfaatkan seluruhnya, karena jika tidak, uang ini akan hangus.
Nah, ternyata sifat hangus ini juga berlaku bagi waktu. Waktu yang kita terima adalah anugerah yang nilainya lebih besar dari uang. Anugerah ini tidak bisa disimpan dan akan hangus jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik. Waktu yang telah lalu, tak akan kembali. Lalu, apa keputusan Anda?
Bagaimana Memanfaatkan Waktu?
Mungkin sekarang Anda sudah bisa diyakinkan bahwa waktu perlu dikelola dengan bijak. Tetapi, bagaimana caranya? Anda bisa belajar dari beberapa pelaku bisnis berikut yang telah berhasil mengelola waktu mereka dengan bijak.
Fokus pada kekuatan
Lucio A Noto, mantan CEO Mobil, salah satu perusahaan minyak terbesar dunia, menerapkan strategi untuk fokus pada kekuatan. “Do what you do best, let others take care of the rest,” demikian motto sang CEO.
Menurut Lucio, dengan cara ini banyak waktu yang dapat dihemat dan dialokasikan untuk melakukan hal-hal yang lebih penting atau lebih memiliki nilai tambah bagi usaha yang ditekuni. Misalnya, untuk tampil unggul, Mobil, yang memiliki kekuatan di industri perminyakan, memfokuskan seluruh waktu, energi, dan sumber daya untuk membangun kekuatannya tersebut, sedangkan bidang-bidang lain yang bukan merupakan kekuatan dipangkas dan bidang yang sifatnya menunjang diserahkan pada pihak lain untuk mengelolanya.
Hasilnya, Mobil mampu memfokuskan strateginya untuk mempertahankan keunggulannya dan berhasil meningkatkan pendapatan bersihnya secara signifikan dari US$ 3 miliar menjadi US$ 12 miliar menjelang abad ke-21.

Buat daftar
Sebagai seorang pelaku bisnis yang memiliki dan mengelola berbagai usaha makanan, William E Heinecke, sangat mengandalkan daftar hal-hal yang harus dikerjakan (things to do) dan orang-orang yang harus dihubunginya (people to call).
Tiap hari ia membuat daftar Things to do dan People to call. Daftar ini disusun berdasarkan skala kepentingan. Pada akhir hari, beberapa saat sebelum pulang, ia melihat kembali daftar yang dibuatnya tersebut.
Di sisa hari ia mencoba menyelesaikan apa yang belum terselesaikan. Dalam perjalanan pulang dari kantor pun ia memanfaatkan waktunya menelepon orang-orang yang belum sempat diteleponnya. Dengan daftar ini, ia merasa lebih memiliki kendali terhadap waktu dan hasil yang diharapkannya.

Ingat tujuan
Jika Heinecke mengandalkan daftar, lain lagi dengan Bill Gates, Kaisar yang membidani Microsoft. Teknik mengelola waktu dengan bijak yang digunakan oleh Bill Gates adalah mengaitkan waktu dengan Tujuan.
Bill Gates membuat daftar tujuan yang akan dicapainya. Tujuan ini dijadikannya acuan ketika memimpin rapat. Jika ada pembicaraan yang melenceng dari tujuan, pembicaraan tersebut bisa dialihkan kembali ke arah yang telah disepakati bersama.
Dengan demikian rapat yang mengacu pada tujuan tersebut bisa diadakan dalam waktu yang lebih sedkit dengan hasil yang lebih baik (singkat namun berbobot).

Menyisihkan waktu belajar
Jeffrey J Fox, penulis buku How to Become CEO, mengusulkan agar tiap orang secara rutin menyisihkan waktu untuk meningkatkan diri. Waktu yang dipilih bisa berbeda dari satu orang ke orang yang lain.
Bagi yang merasa lebih produktif pagi hari, bisa menyisihkan satu jam di pagi hari untuk “belajar”, misalnya, waktu perjalanan dari rumah ke kantor (jika Anda naik kendaraan umum, atau jika Anda dibantu oleh supir pribadi).
Sebaliknya, jika waktu produktif Anda adalah malam hari, Anda bisa menyisihkan waktu malam hari Anda untuk “belajar”. Belajar disini tidak harus dilakukan di kelas. Belajar bisa dilakukan dengan berdiskusi dengan orang lain, belajar “di internet”, membaca buku, koran, majalah, ataupun mendengarkan kaset-kaset pengembangan diri. Belajar merupakan upaya “mengisi bensin” bagi pikiran Anda agar Anda bisa terus melaju tanpa hambatan.

KISS
Keep it Simple and Sound (KISS). Ini merupakan strategi yang diterapkan oleh Chuck Knight, CEO Emerson Electric. Menurut Chuck, dengan menerapkan strategi ini, segala sesuatu (termasuk tugas yang rumit sekalipun) pasti bisa diselesaikan dalam waktu yang telah disepakati bersama.
Caranya: Buat perencanaan. Dengan membuat rencana, setengah dari sukses sudah bisa diraih. Dalam membuat rencana, kita bisa mengidentifikasi tugas-tugas rumit dan memecahkannya menjadi tugas-tugas yang lebih sederhana.
Dalam perencanaan, kita bisa memperkirakan waktu yang diperlukan, mengantisipasi kesulitan, dan menyiapkan strategi untuk mengatasi kesulitan tersebut sebelum kesulitan tersebut berubah menjadi masalah.

Lihat ke depan
Seperti seorang kapten kapal yang senantiasa harus melihat ke depan ketika mengemudikan kapalnya, demikian pula dengan seorang pemimpin bisnis. Menurut Bob Eaton dari DaimlerChrysler, seorang pemimpin bisnis harus mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk melihat ke depan (memanfaatkan kekuatan visi), sehingga ia bisa melihat ke arah mana bisnisnya akan melaju.
Dengan demikian akan lebih mudah baginya untuk memberikan inspirasi kepada anak buah untuk mendayung ke arah yang sama. Dengan melihat ke depan ia juga bisa melihat batu-batu halangan yang menghadang di perjalanan menuju masa depan, sehingga ia dapat mengambil keputusan untuk memutar kemudi guna menghindari penghalang tersebut.
Pemanfaatan waktu pada dasarnya adalah sebuah kebiasaan. Upaya mengelola waktu dengan bijak merupakan upaya membangun kebiasaan untuk memanfaatkan waktu dengan bijak. Kuncinya adalah disipilin diri. Sebagai tahap awal, coba tuliskan dari jam ke jam apa saja yang biasa Anda lakukan, lalu identifikasi “kebocoran” waktu yang terjadi. Dari sini Anda bisa memulai dan memilih strategi pengelolaan waktu yang paling tepat untuk kondisi Anda. Nah, bagaimana? Tidak terlalu susah, bukan?
Selamat mencoba!





KIAT BELAJAR DENGAN BAIK

11 06 2008

Jika ya, barangkali metode yang selama ini Anda pergunakan tidak tepat. Ada baiknya untuk melirik cara belajar seperti berikut ini:

1. Membuat jadwal belajar dan mematuhinya. Rencanakan jadwal belajar yang seimbang di antara waktu istirahat dan kegiatan Anda. Jadwal tersebut meliputi kegiatan selama sepekan penuh, dari Senin hingga Minggu. Mulailah dengan kewajiban Anda seperti sekolah, tidur, makan, atau kewajiban agama. Berilah waktu luang dalam jadwal tersebut, seperti pada Jumat dan Sabtu sore.

Sekali Anda mengatur jadwal, patuhi terus. Jika Anda harus menyelesaikan pekerjaan Anda, jangan mencuri waktu di mana Anda dijadwalkan mengikuti kegiatan yang lain. Lakukan saja di waktu luang Anda.

2. Buat daftar yang harus dikerjakan tiap hari. Buatlah daftar baru setiap hari. lantas, pada akhir hari tersebut, beri tanda hal-hal yang telah Anda perbuat. Hal ini akan memberi Anda rasa berprestasi dan mengatasi tindakan yang tidak dapat dilakukan pada hari-hari berikutnya.

3. Pelajari materi yang paling sulit atau membosankan. Biasanya orang cenderung untuk mengesampingkan sesuatu yang dibenci. Padahal, seringkali penyelesaian masalah tersebut membutuhkan energi intelektual yang lebih banyak. Sebaiknya, simpan pekerjaan yang Anda sukai untuk dikerjakan belakangan sebagai hadiah setelah mengerjakan bagian yang sulit.

4. Sadar akan waktu terbaik Anda. Beberapa orang dapat belajar dengan lebih baik pada malam hari. Namun, kebanyakan orang bisa belajar lebih baik pada waktu siang hari. Jika hal ini berpengaruh bagi Anda, waktu belajar Anda harus mengikuti waktu terbaik Anda dalam kehidupan sehari-hari.

5. Carilah tempat yang baik untuk belajar. Tempat belajar terbaik adalah perpustakaan. Seringkali banyak orang menjadi tidak mengerti dan tidak memahami materi karena belajar di rumah. Pasalnya, jika belajar di rumah atau di tempat lain, perhatian kita kadang jadi tersita. Entah oleh televisi, VCD,computer game, kulkas, dan sebagainya. Sementara itu, belajar di tempat dengan sedikit gangguan atau di dekat orang-orang yang kerja keras dan konsentrasi akan memotivasi Anda untuk tetap fokus. Namun demikian, belajar di rumah akan memudahkan waktu istirahat Anda. Jangan memeras tenaga dan pikiran Anda untuk belajar dan terus belajar. Jika tidak berhasil memahami sesuatu dalam jangka waktu lama, jangan duduk di kamar dan memelototi buku. Istirahatlah sejenak dan kembali beberapa saat kemudian.

6. Belajar mengatakan “tidak”. Para pelajar memang harus akrab dengan lingkungan sekitarnya, seperti teman, keluarga, dan kerabat dekat yang lain. Namun, seringkali kebanyakan dari kita ingin menyenangkan orang lain secara berlebihan. Ini bisa membuat kita mengorbankan kebutuhan kita sendiri. Jadi, buatlah batas! Jangan berat hati untuk mengatakan “tidak” pada orang lain. Sadarilah bahwa hal itu merupakan langkah terbaik bagi Anda dan cita-cita Anda.

7. Gunakan warna yang menarik. Penggunaan warna pada bagian-bagian tertentu yang sangat penting ketika membaca akan sangat membantu. Warna dapat berefek otomatis dan kata-kata tersebut akan selalu menempel di mata Anda. Hal ini mengefektifkan proses belajar dan membuat Anda terus mengingat materi.

8. Pakailah kalimat sendiri. Kunci sukses membaca bukan pada menghafal kalimat, tapi bagaimana membuat kalimat sendiri. Orang tidak belajar dari membaca kalimat, karena mereka cepat bosan. Belajar yang sebenarnya adalah ketika Anda secara aktif melibatkan diri dalam materi dan ikut dalam proses kesimpulan, menganalisis, penuturan kembali dengan bahasanya sendiri, dan mengorganisasikan sendiri materi tersebut.

9. Sesuaikan strategi belajar Anda dengan gaya belajar. Lain orang, lain pula cara belajarnya. Beberapa orang bisa belajar hanya dengan membaca, sebagian lain dengan mendengar, sedangkan yang lainnya lagi dengan menulis. Satu hal yang menyulitkan adalah ada begitu banyak pilihan tentang cara belajar. Anda harus menentukan sendiri gaya seperti apa yang tepat. Lalu, lakukan secara konsisten. Misalnya, Anda merasa sedang belajar hanya ketika sedang menulis. Untuk itu, Anda akan sangat banyak menghabiskan sebagian besar waktu untuk menulis. Atau, apakah Anda belajar dengan mendengarkan sesuatu? Jika ya, Anda harus rekam pembicaraan tersebut, membuat kesimpulan dan mendengarkan tape-nya. Jika Anda harus menyerap sestau dengan cara berbicara keras, bacalah catatan Anda melaui tape atau komputer. Anda bisa mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran itu di depan komputer dan alat canggih tersebut akan segera mencatatnya.

Nah, selamat belajar dengan baik. (Tourolaw.edu/ DA Candra





Hello world!

11 06 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!